Thursday, June 14, 2012

Pentingnya Sebuah Salam


Gambar diambil dari Google Picture
    Bila Anda punya kesempatan datang ke Jepang, atau bagi Anda yang saat ini berdomisili di Jepang, coba sekali-sekali amati keramaian pagi di depan Institusi pra sekolah seperti Yochien (taman kanak-kanak), Hoikuen (tempat penitipan anak) atau sekolah dasar. Anda akan diberi pengajaran menarik tentang bagaimana anak-anak saling menyapa, mengucapkan salam kepada siapa saja yang dijumpainya di sekitar areal sekolah.
   Sapaan atau ucapan salam tentu sudah tidak asing bagi kita. Siapa saja pasti bisa mengucapkan salam. Tetapi pernahkan Anda berfikir apa sih manfaatnya mengucapkan salam atau sapaan ?
   Penulis sendiri tidak dapat mengingat kapan pertama sekali bisa mengucapkan salam. Apalagi bila diminta untuk menjelaskan bagaimana sampai bisa mengucapkan salam. Apakah diajarkan secara khusus oleh orang tua, atau hanya meniru kebiasaan orang tua, kerabat atau orang-orang terdekat saat mereka saling menyapa ?
   Penulis baru menyadari pentingnya mengucapkan salam adalah saat mempelajari bahasa asing, atau mengajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing. Hal pertama yang selalu diajarkan adalah “ucapan salam”. Lalu, mengapa harus ucapan salam ?
   Bahasa asing yang pertama penulis kenal adalah bahasa Inggris. Saat diajari cara mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat malam, terima kasih dan sebagainya, penulis tidak bisa merasakan apa manfaatnya ucapan salam tersebut. Yang jelas, saat bertemu dengan seseorang dipagi hari dalam bahasa inggris harus diucapkan “good morning”, begitu juga saat bertemu seseorang siang hari, malam hari dan seterusnya kita diajari harus mengucapkan salam-salam yang telah ditentukan. Ucapan salam tersebut terkesan hanya sebagai kewajiban karena sedang mempraktekkan pelajaran bahasa Inggris.
   Bahasa asing kedua yang penulis kenal adalah bahasa Jepang. lagi-lagi yang pertama sekali diajarkan adalah ucapan salam. Dan, lagi-lagi penulis tidak bisa merasakan apa manfaatnya, kecuali ucapan salam tersebut memberi ruang bagi kita untuk memulai sebuah komunikasi.
   Seiring waktu berlalu, sedikit-sedikti penulis mulai mengetahui mengapa ucapan-ucapan salam dalam bahasa asing tersebut di awal-awal tidak begitu terasa manfaatnya ? barangkali salah satu alasannya adalah karena ucapan salam tersebut ditujukan bukan kepada penutur asli atau native speakernya melainkan hanya kepada sesama teman orang Indonesia. Alas an lain adalah karena lingkungan. Artinya meskipun ucapan salam tersebut sudah ditujukan kepada penutur aslinya, tetapi karena lingkungannya bukan di Negara asal bahasa tersebut menyebabkan ucapan salam tersebut digunakan sekedar mengugurkan kewajiban saja.
   Jauh berjalan banyak yang dilihat, lama hidup banyak yang dirasa. Setelah komukasi intensif terjalin dengan penutur asli Jepang, datang ke Jepang, hidup dalam waktu yang cukup lama di lingkungan para penutur asli bahasa Jepang, barulah penulis dapat merasakan apa manfaat sapaan atau ucapan salam yang sebenarnya sudah dikuasai dan dipraktekkan sejak kecil walaupun dalam bahasa ibu. Anak-anak di Jepang sejak dini sudah dibiasakan saling mengucapkan salam, memberikan perhatian dengan sapaan (omoiyari). Di sekitar areal sekolah, taman atau lokasi-lokasi anak-anak bermain terdapat papan bertuliskan pentingnya mengucapkan salam. anak-anak sekolah dasar yang berangkat ke sekolah akan menyapa siapa saja yang dijumpainya. Di Yochien (taman kanak-kanak) para ibu-ibu dengan sabar memberikan contoh kepada anak-anaknya bagaimana harus memulai hari-hari dengan mengucapkan salam kepada ibu lain, atau anak-anak lain. Bapak polisi juga tidak ketinggalan. Mereka yang bertugas mengatur lalu lintas di pagi hari tidak berhenti mengucapkan salam kepada pengguna jalan, anak-anak sekolah yang melintas. Di perusahaan, baik atasan maupun bawahan saling bertukar salam mewarnai jam-jam kerjanya.
Ucapan salam tidak mengenal ruang dan waktu. Ucapan salam mampu memberikan motivasi yang luar biasa, ucapan salam akan mampu membuat seseorang yang tadinya tampak lesu, menjadi bersemangat. Ucapan salam akan mencairkan suasana hati dua orang tadinya beku karena satu dan berbagai hal. Ucapan salam mampu menjebatani dua pihak yang berseberangan. Dan penulis sangat yakin Ucapan salam akan mampu mendamaikan dunia.



| Free Bussines? |

2 comments:

  1. Nice post bung Ali..! :)
    naoto_hk@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  2. Maaf replynya telat banget. terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan komentar Brother.

    ReplyDelete