Friday, May 4, 2012

保育所 Institusi Pendidikan Pra Sekolah Jepang

Suasana dalam Hoikusho

Sudah bukan rahasia lagi, setiap ada bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya di sebuah Negara, Jepang merupakan salah satu Negara terdepan yang dengan cepat menyalurkan bantuan, baik berupa materi maupun tenaga volunteer. Sungguh luar biasa ! itulah ungkapan rasa kagum saat menerima permintaan sebagai penerjemah saat bencana alam Gempa dan Tsunami Aceh 2004 lalu. Beberapa saat setelah gempa dan tsunami terjadi salah seorang staf JICA di Jakarta langsung turun ke Medan untuk mengawal bantuan dari pemerintah Jepang yang akan disalurkan melalui bandara udara Polonia Medan. Pertanyaanya, mengapa Jepang sedemikian tanggap ? mengapa mereka dengan ringan tangan membantu orang lain yang sedang berada dalam kesulitan ? Sebagai seorang yang beragama, penulis lalu berfikir apakah mungkin ajaran agama yang membentuk karakter masyarakat Jepang demikian ?
Delapan tahun berlalu, sedikit demi sedikit jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut mulai terlihat jelas. Pertanyaan terakhir sebelum menemukan jawabannya berasal dari keheranan penulis setiap kali mengamati anak-anak Jepang. mengapa mereka teramat tertib dan mandiri ? pertanyaan yang sama muncul kembali. Apakah ada ajaran agama tertentu yang mengajarkan mereka demikian ? pada hal penulis sendiri tau bahwa orang Jepang tidak memiliki agama. Lalu apa yang menyebabkan mereka tumbuh menjadi demikian ?

Jawabannya ada pada Pendidikan Pra Sekolah.
Bagi mereka yang berdomisili di jepang tentu sangat familiar dengan istilah HOIKUSHO atau HOIKUEN. Apalagi mereka yang memiliki anak-anak yang masih kecil. HOIKU ditulis dengan 保育. Bila diterjemahkan secara harfiah, berarti menjaga, melindungi. artinya mendidik. Sedangkan SHO ditulis dengan yang berarti tempat, dan EN ditulis dengan yang berarti Taman. Institusi Pendidikan Pra Sekolah di Jepang disebut dengan istilah di atas. Sebenarnya ada satu lagi institusi pendidikan pra sekolah yaitu YOCHIEN yang lebih kurang sama dalam hal mendidik. Tetapi kali ini penulis akan fokus membicarakan institusi pendidikan HOIKUSHO/EN.

Pada umumnya anak-anak di Jepang sejak usia satu tahun dititipkan di HOIKUSHO. Alasan utamanya adalah karena kedua orang tua mereka bekerja. Hampir satu hari penuh anak-anak akan berada di HOIKUSHO. Sejak jam 8 pagi, hingga jam 5 atau bahkan lebih lama, bergantung jam kerja orang tua dan jam kerja HOIKUSHO. Pada awalnya penulis berfikir fungsi HOIKUSHO hanyalah sebagai tempat penitipan anak biasa, karena di Jepang tidak ada pembantu. anggapan penulis diperkuat karena salah satu syarat utama untuk mengajukan permohonan agar anak dapat dititipkan di HOIKUSHO adalah surat keterangan yang menunjukkan bahwa kedua orang tua anak memiliki aktivitas masing-masing lengkap dengan jadwalnya. biasanya surat keterangan tersebut diterbitkan oleh institusi tempat kedua orang tua bernaung, seperti sekolah (kampus), perusahaan dan sebagainya.Tetapi anggapan penulis ternyata SALAH besar ! HOIKUSHO adalah salah satu fondasi system pendidikan di Jepang. mengapa demikian ? karena HOIKUSHO bukan hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, tetapi berfungsi sebagai institusi pendidikan. Dari sinilah ditanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang membentuk karakter masyarakat Jepang sesungguhnya.
HOIKUSHO berperan sebagai partner keluarga dalam menjaga dan mendidik anak-anak di suatu wilayah untuk membangun kepribadian yang mandiri dan berkarakter. Untuk lebih jelas mari kita lihat uraian berikut berisi tujuan yang ingin dicapai oleh isntitusi pendidikan pra sekolah HOIKU Jepang.
1.    Menciptakan anak yang sehat dan ceria
2.    Menciptakan anak yang peduli dengan sesama dan lingkungan
3.    Menciptakan anak-anak yang memiliki tanggung jawab
4.    Menciptakan anak yang dapat bermain rukun dengan teman-temannya
5.    Menciptakan anak yang ekspresif.
Lima komponen diatas merupakan penjabaran dari tujuan utamanya yaitu “Menciptakan anak yang mampu beraktivitas mandiri tanpa adanya ketergantungan dengan orang lain”. Untuk mencapai tujuan tersebut institusi HOIKU menitik beratkan pada 5 komponen dasar yaitu : Kesehatan, hubungan kemanusiaan, lingkungan, bahasa (komunikasi) dan ekspresi.

Adapun substansi dasar dari pendidikan pra sekolah HOIKU adalah “Menanamkan Kebiasaan dan memberikan pengetahuan yang berguna untuk menjalani kehidupan yang sehat”. Substansi detail dari pendidikan HOIKU adalah :
1.    Menanamkan kebiasaan kehidupan sehari-hari.
Sejak usia dini mereka sudah dibiasakan mencuci tangan, kumur-kumur, menggosok gigi yang nantinya sangat berguna untuk pola hidup sehat. Seiring pertumbuhan si anak, mereka akan diajarkan hal-hal lainnya.
2.    Sejak usia dini mereka telah ditanamkan kebiasaan merapikan dan mengembalikan barang-barang milik pribadi seperti sisir, tas dan sebagainya, atau mainan yang digunakan dalam bermain ke tempat yang telah ditentukan. Kemudian agar pertumbuhan anak berjalan normal, mereka diberi waktu istirahat dan tidur siang yang cukup.
3.    Pembetukan jasmani
Sejak dini mereka dibiasakan berolah raga. Karena pada dasarnya anak-anak sangat suka olah raga. Permainan bola, permainan berlari-larian, bermain kuda-kudaan (melompat), dan sebagainya. Semua ini dilakukan untuk membangun tubuh anak yang sehat dan kuat.
4.    Kehidupan berkelompok
Menanamkan kemandirian, kepedulian, kepribadian yang harmonis, batasan-batasan tertentu dalam segala hal saat bermain dengan anak-anak lain dari berbagai usia. Pendidikan ini menitik beratkan pada sentuhan antara anak-anak usia lebih tua dengan anak-anak yang usianya di bawah.
5.    Mengajarkan cara berkomunikasi
Mengajarkan bahasa yang dibutuhkan dalam kehidupan seperti bagaimana cara menyampaikan keinginan pribadi atau bagaimana cara mendengarkan cerita orang lain. Yang tidak kalah penting adalah menarik minat anak-anak terhadap bahasa melalui buku cerita atau cerita langsung oleh para pendidik.
6.    Bimbingan Keamanan
Membiasakan anak-anak berlatih menyelamatkan diri saat sesuatu terjadi. Mengajarkan tempat-tempat yang aman saat bencana. Mengajarkan cara pergi dan pulang ke rumah, berjalan-jalan dan sebagainya. Tidak lupa pula bimbingan keamanan lalu lintas.
7.    Suguhan makanan sehat
Anak-anak akan diberikan suguhan makanan yang sehat. Dengan demikian tubuh mereka menerima asupan gizi yang cukup dan seimbang.

Dari uraian di atas, sudah tergambar dengan Jelas besarnya peranan HOIKU dalam pembentukan kepribadian yang mandiri dan berkarakter. Sejak usia dini anak-anak sudah dilatih hidup berkelompok baik dengan seusia, lebih muda atau lebih tua. Sejak usia dini mereka sudah dilatih bagaimana bersosialisasi dengan orang lain. Saling menghargai, peduli dengan sesama, berusaha menjaga keharmonisan dalam kelompok dan sebagainya. Sudah barang tentu dalam kehidupan berkelompok terjadi banyak gesekan yang menimbulkan konflik. Anak-anak terlatih bagaimana menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam kelompok.
Akhirnya penulis mengetahui bahwa pendidikan di HOIKUSHO inilah yang membuat anak-anak Jepang hidup teratur, sangat sopan, peduli, mandiri, ekspresif dan bertanggun jawab.
lalu bagaimana dengan Indonesia ? apakah kita sudah memikirkan pendidikan anak sejak usia dini ? Apakah dengan mempekerjakan pembantu yang notabenenya tidak memiliki latar belakang pendidikan kita sudah menganggap sudah melakukan sesuatu untuk anak ? apakah bukan sebaliknya kita telah mengungkung mereka dan merengggut masa kecil mereka ?

Dari berbagai Sumber

| Free Bussines? |

4 comments:

  1. Terima kasih atas sharing nya, saya senang sekali membaca review di atas.
    Saya ingin tahu sekali bagaimana pendidikan pra sekolah dan pendidikan lanjutannya untuk anak berkebutuhan khusus di Jepang. Apakah suatu saat nanti Pak Ali bisa membuat review mengenai hal itu ? Terima Kasih, saya tunggu review berikutnya//

    ReplyDelete